secuil story ….

November 8, 2007

ABSTRAK

Filed under: Teknologi

Dunia informasi tidak lepas kaitannya dengan dunia mobile. Mulai dari kalangan atas hingga bawah telah mengenal mobile device. Contoh paling mudah adalah handphone dan laptop. Sesuai namanya, mobile device dituntut untuk bisa survive di segala kondisi. Mobilitas yang tinggi menjadi salah satu aspek penting dalam mobile device. Bagaimana susahnya orang jika harus mengkonfigurasi ulang setting mobile device sementara dia harus melakukan banyak pekerjaan di tempat lain dalam jaringan yang berbeda. Praktis adalah kata kunci utamanya.
Sebuah teknologi hadir dalam dunia informasi. Mobile IP memungkinkan seseorang untuk berpindah ke jaringan lain dengan menggunakan alamat jaringan yang sama. Generasi pertama Mobile IP adalah Mobile IPv4. Banyak masalah timbul dalam Mobile IPv4, seperti triangle routing dan ingress filtering pada route. Munculah teknologi baru bernama Mobile IPv6. Triangle routing dan ingress filtering pada route yang ada pada Mobile IPv4 kini bisa diatasi oleh Mobile IPv6.
Tantangan dalam MIPv6 terkait dengan waktu perpindahan node (handover latency), keamanan (security), dan delay timing. Bagaimana mobilitas node bisa tetap terjaga tetapi tidak menurunkan performansinya.

Kata kunci : Mobile IP, Mobile IPv6 (MIPv6), Mobile IPv4, mobile device, handover latency, delay timing

June 5, 2007

Bukan air mata biasa…..

Filed under: Umum

Dua buah kata yang saling melengkapi. Sungguh saling melengkapi. Ketika doa itu dikabulkan dan ketika dahi menyentuh lantai dengan landing yang sempurna. Bukanlah sebuah klise dan sebuah sketsa drama. Ibarat mesin yang saling menyahut. Binar yang terpancar dari bola matanya itu meneteskan air mata kehangatan. Sambil diraihnya selembar kain yg terdekat. Dalam keheningan malam dan dari sudut pintu yang terbuka aku mendengar kata-kata indah yang keluar dari bibirnya. "Yaa Allah….Rabb semesta alam.Sungguh berat cobaan yang menimpa hamba-Mu.Engkau berikan kepada kami harta yang berkecukupan,tapi kenapa saudara kami di Palestina sana masih saja hidup dengan beralaskan pasir dan beratapkan langit.Hidup kami tenang sementara saudara kami di tanah Al-Aqsho masih menggigil ketakutan.Apakah akan ada misil-misil yang akan mampir ke rumah mereka.Yaa Allah…..Rabb Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.Janganlah Engkau menimpakan kemunafikan kepada kami.Sehingga kami mudah untuk melupakan saudara kami.Banyak sekali dosa kami yaa Allah.Ampunilah kami.Kasihanilah saudara-saudara kami.Jika hari ini Kau jemput aku bersama malaikat Izrail-Mu,ijinkanlah aku mengucapkan kalimat tauhid-Mu.Amiin."
Tak lama kemudian,air mata itu jatuh lebih deras daripada sebelumnya.

[bersambung…]

April 5, 2007

Sejarah Emas SKI STTTelkom

Filed under: Islamic
saya coba runutkan ketua ski dari awal sampai yang baru demisioner:
 
1993-1994 : Amien Soebagyo (TI-91, sekarang dinas di Telkom Japati)
1994-1996 : Hari Sandi Atmaja (TE-92, sekarang dinas di Telkom mana ya?)
1996-1997 : Firman Anindra (TE-93, masih di PT Bahana kan?)
1997-1998 : Ifan Suryatmika (TE-94, lose contact ada yang tahu kabar terakhir?)
1998-1999 : Widi Wijayanto (IF-95, terakhir kerja di conoco)
1999-2000 : Suharyanto (TE-96)
2000-2001 : Arief Wibowo (D3TE-97, sekarang kerja dimana mas?)
2001-2002 : Prima Hadi Putra (TI-99, kalau nggak salah sekarang di Bogor dan kerja di BAZNAS)
2002-2003 : Tri Setyantoro (TE-99, masih setia di siemens)
2003-2004 : Yuli Haryadi (TI-00, kerja di Telkomsel Padang)
2004-2005 : Fibie Roosadhy (IF-02)
2005-2006 : Andhik Budi Cahyono (IF-02)
2006-2007 : Redy Ardiansyah (TI-03)
 
rencananya akan ada pembuatan buku sejarah SKI, doakan ya biar bisa terealisasi.
 

March 1, 2007

Setan atau hantu ?

Filed under: Umum
Pertanyaan:

Assalamualaikum wr..wb..
Pa ‘Ustadz yang baik langsung saja saya mau tanya apakah orang yang baru meninggal sebelum 40 hari (kata orang) arwahnya masih disekeliling rumah (rohnya masih gentayangan) ? apakah mereka bisa menampakan diri dihadapan manusia ? walaupun yang saya tahu bahwa kalau orang yang sudah meninggal putus sudah hubungannya dengan dunia kecuali 3 perkara; 1. amal zariah, 2.do’a anak kepada orang tuanya dan 3. ilmu yang bermanfaat, soalnya terus terang saja P’Ustadz, kalau ada tetangga dekat rumah yang baru meninggal saya suka takut katanya orang sebelum 40 hari arwahnya suka gentayangan..tolong dong P’Ustadz kasih saya penjelasannya dan bagaimana menghilangkan perasaan takut itu ? walaupun saya sudah banyak zikir, do’a-do’a, sholat dlll sesuai syariat ISlam, tetapi kenapa perasaan takut itu masih tetap ada / apakah ini permainan setan agar saya keluar dari aqidah..nauzubillah minzalik…tolong saya P’Ustadz, agar saya terhindar dari perasaan takut saya…apakah itu berati iman saya masih tipis..do’a dan bacaan apa yang harus saya lafazkan bila perasaan takut itu datang.
Saya tunggu jawaban dari P’Ustadz agar hati saya bisa tenang.

Assalamualaikum..wr..wb

Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Arwah adalah bentuk jama` dari ruh. Apabila ruh seseorang dicabut meninggalkan jasadnya, maka ruh itu dipanggil mengahadap Allah SWT untuk mempertanggung-jawabkan amalnya selama di dunia.

Dalam banyak riwayat dikabarkan bahwa ketika ketika para pengantar jenazah meninggalkan kuburan, ruh mayat itu masih bisa mendengar suara sandal mereka meninggalkan kuburan.

Proses selanjutnya adalah ruh itu di alam kubur menghadapi pertanyaan malaikat. Dan apabila hasilnya bagus, maka alam kuburnya dibuat menjadi indah dan menyenangkan. Dan begitu juga sebaliknya.

Karena itu ada mengatakan bahwa ruh itu kembali ke alam dunia dan berinteraksi dengan manusia yang masih hidup, perlu dipertanyakan dasarnya dari sumber yang sharih, biak nash Al-Quran Al-Karim maupun hadits yang shahih. Apalagi bila arwah itu gentayangan dan membalas dendam seperti di film horor. Semua itu perlu didasarkan pada keterangan yang jelas berdasarkan nash.

Memang ada sementara riwayat yang menyebutkan hal itu, misalnya arwah itu masih berada di sekitar rumahnya selama seminggu dan bisa melihat bagaimana anggota keluarganya yang melakukan kemaksiatan. Tapi kalau menjelma menjadi makhluk kasat mata, melakukan aksi balas dendam, membunuh atau melakukan keonaran, tentu menjadi pertanyaan baru. Karena semau perbuatan itu tentu adalah sebuah kezaliman dan kejahatan yang melahirkan dosa. Lalu bagaimana arwah ini harus mempertanggung-jawabkan dosa-dosa itu, padahal dia sudah wafat dan sejak seseorang wafat, maka catatan amalnya sudah tertutup.

Kalaupun ada, maka amal-amal yang pernah dilakukannya di dunia dahulu yang mempunyai efek panjang, baik amal kebaikan maupun amal keburukan. Tetapi kalau kembali ke dunia dan bikin ulah, bagaimana kedudukannya ? sementara orang itu sudah mati dan catatan amalnya sudah ditutup sejak ajal menjemput. Lalu bagaimana kalau arwah ini kembali ke bumi dan menjadi orang sholeh, bertobat, menegakkan shalat, puasa, haji serta semua amal kebajikan. Apakah amalnya diterima padahal dia sudah mati.

Sebenarnya yang lebih sering kasusnya adalah ulah para jin jin yang merupakan makhluq Allah juga, dimana mereka menyamar menyerupai orang yang sudah mati. Oleh jin, suasana itu lalu didramatisir sedemikian rupa untuk menakut-nakuti orang. Intinya agar orang-orang itu percaya dan memberikan sesajen, sesembahan atau apaun yang dimintanya.

Jin mampu berubah wujud, namun tidak sempurna seperti malaikat yang mampu berubah wujud dengan bentuk yang sangat sempurna. Dalam riwayat hadits disebutkan ketika Jibril as mendatangai Rasulullah SAW dan para shahabatnya dengan menerupai manusia, rambutnya sangat hitam dan bajunya sangat putih, wajahnyaberseri dan tidak nampak datang dari perjalanan jauh. Padahal dia bukan orang setempat dan tidak seorangpun mengenalnya.

Dalam kisah Nabi Yusuf, para wanita Mesir yang terkesima dengan wajah Nabi Yusuf berkomntar bahwa dia bukan manusia, tetapi adalah malaikat. Artinya, malaikat memang punya kemampuan berwujud manusia dengan bentuk yang sangat sempurna.

Jin memang punya kemampuan melakukan perubahan wujud meski tidak pernah bisa sempurna. Karena itu dari cerita yang sering kita dengar, penampilan ‘hantu’ selalu menyeramkan, mungkin tidak berkepala, tidak berkaki atau gosong sebelah dan sebagainya.

Ujung-ujungnya jelas perbuatan musyrik. Ini adalah kerja favorit bangsa jin yang kafir. Menyesatkan dan menjerumuskan manusia ke dalam kemusyrikan.

Memang terdapat keterangan bahwa ruh yang telah berpisah dari jasad itu selama di alam kubur menunggu hari kiamat akan dapat menyaksikan keluarganya di alam nyata ini. Bahkan mereka akan ikut bergembira bila keluarganya itu berbuat kebajikan dan akan bersedih bila melakukan kejahatan dan kemungkaran.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

sumber : http://syariahonline.com/new_index.php/id/1/cn/4463 

Sesempit rumah susun

Filed under: Alam

Tidak direncanakan dan tidak dikira. Mungkin itu gambaran tentang kehidupan kita. Ada kalanya ajal menjemput dengan tiba2 tanpa kita tahu dan kita rencanakan. Begitu juga dengan cobaan dan kesenangan. Ada yang iri dengan orang lain karena kekayaan yang dimiliki, padahal kekayaan itu bukanlah segalanya. Ada juga yang iri dengan kecantikan dan ketampanan seseorang, padahal ketampanan itu hanyalah titipan. Banyak orang hebat tidak dimulai dengan harta, tapi dengan keringat. Ketika kita masih SD, apakah kita harus membeli sempoa untuk menghitung 1 + 1. Padahal Allah swt telah memberikan kita tangan. Tapi perlu diingat, bahwa SD pun juga butuh biaya. Jadi harta memang bukan segalanya, tapi segalanya akan menjadi harta. Bagi orang tua, harta paling berharga adalah anak. Bagi diri masing-masing, harta yang paling berharga adalah nyawa. Artinya…setiap orang punya ruang pemikiran dan ruang idealisme yang berbeda-beda.

Jauh dari itu semua, adakah yang melihat bahwa silaturahim dengan kerabat adalah harta yang paling bermakna. Terkadang kita lupa, bahwa kita bisa menjadi besar karena teman kita. Kita bisa menjadi tahu karena teman kita. Silaturahim bahkan bisa memperpanjang umur kita. Koq bisa? Ya iyalah. Bayangkan jika hidup kita dikelilingi oleh jutaan lembar uang seratus ribu rupiah. Pikiran kita selalu membayangkan apa yang bisa kita beli, apa yang bisa kita lakukan dengan uang ini, bagaimana agar uang ini tidak jatuh ke tangan orang lain, dan bagaimana supaya uang kita tetap utuh. Kita akan dipusingkan dengan pemikiran semu tentang hal yang tidak kekal. Tapi coba bayangkan jika kita dikelilingi oleh teman2 dekat. Hidup akan terasa lebih indah, lebih hidup, dan serasa nyaman. Walaupun mungkin ada yang minta uang ke kita. Tapi ada perasaan lega jika banyak teman.

Janganlah kita terpana pada kilau dunia yang menyilaukan mata. Janganlah juga menganggap dunia hanya sesempit rumah susun. Biarkanlah ia menjadi lebar seperti lahan pertanian. 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham